Postingan

Sahabatku keluargaku

"Keluarga tidaklah sebatas orang-orang yang bertalian darah dengan kita akan tetapi juga orang-orang yang mencintai dan dicintai oleh kita." Itulah perasaan yang sedang menghinggapi sejenak relung jiwa saya, hehehe meskipun saat ini keluarga saya jauh dari saya tepatnya di Makassar, namun saat ini saya juga menemukan keluarga baru saya di sini. Lebih tepatnya di bandung... Aku menemukan adik yang baru. Seumur-umur hanya menjadi anak bungsu di keluargaku, eh tau-taunya nemu adikku di sini.... Dia enam tahun di bawahku, jadinya kayak adik sendiri, sahabat sendiri. Manjanya Subhanallah, dan lucunya minta ampun Aku menemukan teteh (kakak) yang baru di sini. Teteh yang bijaksana, yang dewasa, pandai dalam bersikap Baru tiga bulan kami saling mengenal di sebuah kosan yang sederhana, namun sepertinya sudah mengenal mereka bertahun-tahun....hehehehe...(gak lebay lho) Kami selalu berbagi, karena dengan berbagi maka semuanya akan lebih terasa indah.. Mudah-mudahan persahabatan ini tida...

Bandung

Aku tiba di bandara Soekarno-Hatta Jakarta, banyak sekali orang yang berada di sana, seperti melihat semut yang sedang berada dalam koloninya. Bersama temanku aci, aku tiba dengan membawa sejumput harapan dari dua orang perantau makassar. Yah inilah kami perantau. Sepertinya ini sudah jodoh, di bandara akubertemu dengan Yuriko, temanku dari Makassar juga, namun dia melakukan perjalanan kerja, beda dengan aku melakukan perjalanan mencari kerja. Setelah bercerita sedikit,kami pun berpisah. Aku harus melanjutkan perjalananku ke bandung. Yah,bandung, kota kembang,kota sejuk, kota fashion, paris van java. Itulah sedikit bayangan mengenai kota yang akan kutempati mengadu nasibku. Kupesan dua tiket mini bus menuju kota sejuk itu, perjalanan selama dua setengah jam kulewati dengan hanya bertiga dalam mini bus yang dapat muat hingga dua puluh orang. Yah penumpangnya hanya kami berdua plus pak supir. Melewati jalan tol cipularang dari bandara menuju ke bandung. DI sekeliling kulihat pohon-pohon ...
Today pukul 23:08 WIB Puisiku Aku berada di heningan malam Yang seolah membisikkan kata Itu Terasa sepi dan agak sedikit nelangsa Hahahaha Hidup mencoba bertumpu Pada suatu dimensi waktu yang tak jua menunjukkan batang hidungnya Suatu penantian Yah,ini adalah penantian yang berjalan maju ke depan pantang melihat ke belakang Karena di depan cahayanya sangat terang Suatu saat ini akan indah Sekarang pun indah Bermain di antara setiap perjalanan hidupku yang kadang tak mudah namun selalu indah Sang pemimpi raihlah mimpi-mimpimu!!

Berusaha memulai lagi

Mmmhhhhhh Sudah lama sekali gak nulis di blog ini. Hmmhh kenapa yah? Yah, mungkin disibukkan oleh kesibukan-kesibukan yang banyak jadinya keteteran blognya. Starting my day with nulis di blog ini I just want to say aku kangen berat dengan sahabatku....huhuhuhu Miss them a lot :( Nanti aku akan nulis dengan tema persahabatan. Tunggu tanggal mainnya. hehehe

"Kalau saja masih jauh, kalau saja seluruhnya, kalau saja baru"

Ada suatu sirah di zaman Nabiullah Muhammad SAW. Ada seorang sahabat Rasulullah yang meninggal pada kala itu. Namun keluarganya sangat bimbang karena di akhir hayatnya orang itu selalu mengigau "kalau saja masih jauh, kalau saja seluruhnya, kalau saja baru".. Itulah terus yang ia ucapkan sebelum ia meninggal. Ketika keluarga orang tersebut mengadakan takziyah, Rasulullah SAW dan sahabat beliau datang ke rumah keluarga tersebut. Dan salah seorang anggota keluarga menceritakan hal tersebut, tentang igauannya "kalau saja masih jauh, kalau saja seluruhnya, kalau saja masih baru" kepada Rasulullah SAW. Lantas, Rasulullah SAW berkata bahwa pada akhir hayat orang tersebut, ia diperlihatkan segala amalannya yang pernah ia lakukan sebelumnya dan pahala yang didapatkannya. Orang tersebut pada pagi hari yang dingin sering berjalan ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh berjamaah, namun mesjidnya dekat. Itulah sebabnya ia mengatakan "kalau saja masih jauh", seandainy...

Ingin Menjadi Padi

Ingin menjadi padi...Kenapa saya tiba-tiba ngasih judul kayak gini?? Hayo kenapa?? Ada yang tahu?? Saya sangat terinspirasi (cieee) dengan pepatah "Seperti padi, semakin berisi, semakin merunduk" Yup...Kalau mau dipikir-pikir apa sih di dunia ini yang betul-betul pure milik manusia. Jawabnya nothing...karena di dunia ini bahkan diri kita sendiri adalah milik Alllah SWT. Bahkan dalam setiap hembusan nafas yang kita hirup di dunia ini adalah milik Allah SWT... SO, there is no reason untuk menjadi orang yang sombong. Padi, semakin berisi semakin merunduk. Manusia yang semakin bertambah ilmunya harusnya semakin down to earth alias rendah hati. Karena otak yang kita miliki ini sesungguhnya karunia dari Allah SWT. Tapi bukan rendah diri. Rendah hati beda dengan rendah diri Pada suatu ketika saya sedang belajar dan kemudian sempat timbul dalam benak pikiran saya bahwa saya sebenarnya tidak banyak tahu. Lebih banyak tidak tahunya dibanding tahunya... (tempenya...??) Saya pernah men...

Bayangkan ketika Bintang itu Datang

Bintang itu datang Dengan segenap cahaya Yang memancarkan silaunya Bintang itu datang Mengungkapkan sebuah kekaguman Kekaguman yang tak terhingga Ketika melihat diri ini Jauh dari bintang Masih ada keyakinan Untuk menggapai bintang Bintang, apakah dapat kucapai? Sedikit ragu sejuta asa Beribu peluh Tak meluruhkan jiwa Senyum manis Karena bintang juga tersenyum