Jumat, November 12, 2010

Bangsaku sedang Menangis....

Saat ini dia sedang bersedih
Aku juga bersedih
Kesedihan ini terlalu dalam
Sakit
Pedih
Meringis...

Tangis...
Merapi, Wasior, Mentawai
Mereka menangis..

Allah sedang menunjukkan kebesaranNya..
Bagi hamba yang terkadang merasa angkuh
akan dirinya

Padahal hamba hanya
tidak lebih sebesar debu..
dzarrah, tidak besar dari itu
Yang bisa diterbangkan angin

Ya Allah..
lindungilah bangsaku
lindungilah negeriku
ingatkanlah
ketika kami terlalu jauh

kami hamba
tidak lepas dari kuasaMu
Maha Pencipta

Rabu, Oktober 13, 2010

Alhamdulillah...sekarang aku sudah kerja

Waw...sudah lama sekali gak nulis di blogku yg tercinta ini..
Yup, Alhamdulillah saat ini aku sudah kerja di salah satu perusahaan milik pemerintah. Rasanya bahagia sekali karena selama ini aku mengharapkan untuk selalu membahagiakan orang tuaku. Setidaknya aku bisa membiayai hidupku sendiri tanpa harus bergantung pada orang tua. Alhamdulillah, aku juga bisa memberikan sedikit kepada orang tuaku. Walau sesungguhnya, aku sebagai anak tidak bisa membalas budi orang tua yang selama ini merawat dan membesarkanku. Kebaikan dan pengorbanan orang tua tidak akan pernah bisa dibalas dengan apa pun. Aku hanya bisa berusaha menjadi anak yang berbakti pada orang tua..walaupun aku sadar sampai saat ini masih banyak kekurangan yang aku miliki..
Ya Allah semoga Engkau senantiasa memberikan kesehatan kepada orang tuaku sampai hari tuanya...Aminnn...
Hal yang sangat mengejutkanku juga adalah ketika penempatan kerjaku di kota tempat tinggalku. Alhamdulillah...hal ini sangatlah patut untuk disyukuri karena aku kerja dekat dengan keluargaku. Keluarga mungkin segalanya bagiku...Tanpa mereka..mungkin aku bukan siapa-siapa...
Ya Allah semoga Engkau senantiasa memberikan kesehatan kepada keluargaku...
Sahabat-sahabatku, mereka semua sudah tersebar di seluruh Indonesia...meskipun begitu aku yakin aku tetap ada di hati mereka...Begitupun mereka yang selalu ada di hatiku...memberikan support bagiku ketika aku ditimpa cobaan...Love them so much...
Ya Allah semoga Engkau senantiasa memberikan kesehatan bagi sahabat-sahabatku ...
Tentang Pasangan hidup????
Biarlah Allah yang menetapkan jodohku...heheheh...
Aku tahu...Allah tahu yang terbaik untukku..
Ya Allah,jika dia yang terbaik dekatkanlah dia padaku, jika bukan dia yang terbaik bagiku, jauhkanlah dia dariku...
Ya Allah...terima kasih untuk hidupku...Jadikan hamba manusia yang senantiasa bertqwa padamu...Amin..

Kamis, April 01, 2010

Sahabatku keluargaku

"Keluarga tidaklah sebatas orang-orang yang bertalian darah dengan kita akan tetapi juga orang-orang yang mencintai dan dicintai oleh kita."

Itulah perasaan yang sedang menghinggapi sejenak relung jiwa saya, hehehe meskipun saat ini keluarga saya jauh dari saya tepatnya di Makassar, namun saat ini saya juga menemukan keluarga baru saya di sini. Lebih tepatnya di bandung...

Aku menemukan adik yang baru. Seumur-umur hanya menjadi anak bungsu di keluargaku, eh tau-taunya nemu adikku di sini.... Dia enam tahun di bawahku, jadinya kayak adik sendiri, sahabat sendiri. Manjanya Subhanallah, dan lucunya minta ampun
Aku menemukan teteh (kakak) yang baru di sini. Teteh yang bijaksana, yang dewasa, pandai dalam bersikap
Baru tiga bulan kami saling mengenal di sebuah kosan yang sederhana, namun sepertinya sudah mengenal mereka bertahun-tahun....hehehehe...(gak lebay lho)
Kami selalu berbagi, karena dengan berbagi maka semuanya akan lebih terasa indah.. Mudah-mudahan persahabatan ini tidaklah hanya ketika aku di bandung saja, namun ketika tiba saatnya aku harus pergi dari kota ini (hiks...hiks...aku sedih jika memikirkan ini karena bandung kota yang sangat indah begitupula orang-orangnya) maka aku harap persahabatan ini akan tetap selama-lamanya.
Sahabat, boleh jika fisik ini dipisahkan oleh jarak beribu-ribu kilometer namun aku yakin hati ini tetap ada di dekatmu...hehehehe prikitiewwwwwww...

Dua orang sahabat yang baru kutemui di kota ini. Ini adalah anugerah dari Allah SWT kepadaku dengan dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang begitu indah..Subhanallah...
Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi sahabat-sahabat baru yang akan kutemui dalam perjalanan hidupku ini....Sahabat yang sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri....

Ketika sahabat yang satu pergi, maka sahabat yang lain akan menggantikan kekosongan itu. Aku yakin itu....namun, sahabat-sahabat yang aku miliki saat ini walaupun kami dipisahkan jarak dan waktu, aku yakin kasih sayang mereka akan tetap sama...

Huwaaaaaa...huwa................miss All My Bestfriends............

Kapan kita ketemu lagi sahabat?
Sangat begitu...sungguh merindukanmu

Sahabatmu,
fifi

Minggu, Desember 27, 2009

Bandung

Aku tiba di bandara Soekarno-Hatta Jakarta, banyak sekali orang yang berada di sana, seperti melihat semut yang sedang berada dalam koloninya.
Bersama temanku aci, aku tiba dengan membawa sejumput harapan dari dua orang perantau makassar. Yah inilah kami perantau.
Sepertinya ini sudah jodoh, di bandara akubertemu dengan Yuriko, temanku dari Makassar juga, namun dia melakukan perjalanan kerja, beda dengan aku melakukan perjalanan mencari kerja.
Setelah bercerita sedikit,kami pun berpisah. Aku harus melanjutkan perjalananku ke bandung.
Yah,bandung, kota kembang,kota sejuk, kota fashion, paris van java. Itulah sedikit bayangan mengenai kota yang akan kutempati mengadu nasibku.
Kupesan dua tiket mini bus menuju kota sejuk itu, perjalanan selama dua setengah jam kulewati dengan hanya bertiga dalam mini bus yang dapat muat hingga dua puluh orang. Yah penumpangnya hanya kami berdua plus pak supir.
Melewati jalan tol cipularang dari bandara menuju ke bandung.
DI sekeliling kulihat pohon-pohon dan kebun teh, hmmmh pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Tubuhku kurebahkan dalam kursi yang dapat diatur sandarannya,mencoba untuk beristirahat dan menutup mataku tidur.Tetapi nampaknya mata ini tak bisa tidur membayangkan apa yang akan terjadi pada kami di Bandung nanti.
Bandung, here i come...
Halo-halo bandung
Ibu kota Parahyangan

Minibus berlalu memasuki Gerbang Tol Pasteur, itu artinya sudah dekat tempat peraduan kami. Tibalah kami di jalan cihampelas, tempat pemberhentian minibus. Untungnya, kami dijemput oleh sahabat kakakku, Kak Ejhie, yang telah lama menapaki seluk beluk kota ini. Sehingga kami tidak seperti turis lokal yang kesesatan arah.
Setelah berkenalan dengan Kak Ejhie, dia membawa kami menuju tempat tujuan kami di daerah Dago.
Kami pun sampai di Dago.
Dago, daerah yang cukup sejuk dipandang mata, masih ada pepohonan di pinggir jalan, pohon Pinus meskipun banyak juga kendaraan yang berlalu lalang.
Sampailah kami di tempat janjian dengan salah satu kawan senasib yang juga mengadu nasibnya di kota ini, namanya Ridho, tapi bukan Ridho Rhoma. Ia orang buton, namun sekolah dan kuliah di Makassar kota tercinta.
Ia yang selama ini berusaha mencarikan kami tempat kos di bandung, untung ada Ridho.
Kami pun menelusuri tiga sampai empat tempat kos, dan akhirnya kami menemukan tempat kos yang sekarang kami tempati. Harganya lumayan mahal sih tetapi sesuai dengan harga.
Harga tidak pernah bohong, tempat kos kami bersih.
Hufh...setelah tiba meletakkan barang, kami merebahkan badan di tempat tidur dan mencoba bermimpi akan hal-hal yang indah.
Sore itu di kota bandung, adalah hari yang melelahkan namun begitu indah

Rabu, Desember 23, 2009

Today pukul 23:08 WIB

Puisiku

Aku berada di heningan malam
Yang seolah membisikkan kata
Itu
Terasa sepi dan agak sedikit nelangsa
Hahahaha

Hidup mencoba bertumpu
Pada suatu dimensi waktu yang
tak jua menunjukkan batang hidungnya

Suatu penantian
Yah,ini adalah penantian yang berjalan
maju ke depan
pantang melihat ke belakang
Karena di depan cahayanya sangat terang

Suatu saat ini akan indah
Sekarang pun indah
Bermain di antara setiap perjalanan
hidupku
yang kadang tak mudah
namun selalu indah

Sang pemimpi raihlah mimpi-mimpimu!!

Minggu, November 15, 2009

Berusaha memulai lagi

Mmmhhhhhh
Sudah lama sekali gak nulis di blog ini. Hmmhh kenapa yah? Yah, mungkin disibukkan oleh kesibukan-kesibukan yang banyak jadinya keteteran blognya.
Starting my day with nulis di blog ini
I just want to say aku kangen berat dengan sahabatku....huhuhuhu
Miss them a lot :(
Nanti aku akan nulis dengan tema persahabatan. Tunggu tanggal mainnya. hehehe

Jumat, Februari 27, 2009

"Kalau saja masih jauh, kalau saja seluruhnya, kalau saja baru"

Ada suatu sirah di zaman Nabiullah Muhammad SAW.
Ada seorang sahabat Rasulullah yang meninggal pada kala itu. Namun keluarganya sangat bimbang karena di akhir hayatnya orang itu selalu mengigau "kalau saja masih jauh, kalau saja seluruhnya, kalau saja baru".. Itulah terus yang ia ucapkan sebelum ia meninggal.
Ketika keluarga orang tersebut mengadakan takziyah, Rasulullah SAW dan sahabat beliau datang ke rumah keluarga tersebut. Dan salah seorang anggota keluarga menceritakan hal tersebut, tentang igauannya "kalau saja masih jauh, kalau saja seluruhnya, kalau saja masih baru" kepada Rasulullah SAW.
Lantas, Rasulullah SAW berkata bahwa pada akhir hayat orang tersebut, ia diperlihatkan segala amalannya yang pernah ia lakukan sebelumnya dan pahala yang didapatkannya. Orang tersebut pada pagi hari yang dingin sering berjalan ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh berjamaah, namun mesjidnya dekat. Itulah sebabnya ia mengatakan "kalau saja masih jauh", seandainya jarak mesjid itu jauh tentulah pahala yang didapatkan lebih banyak.
Kemudian ia pernah bertemu pengemis dan pada saat itu ia sedang berpuasa. Ia memiliki sepotong roti, dan sebagian rotinya ia berikan kepada pengemis tersebut karena ia memikirkan juga makanan untuk berbuka puasanya. Itulah mengapa ia mengigau "kalau saja seluruhnya", seandainya seluruh roti itu ia berikan tentulah pahalanya akan lebih banyak lagi.
Pernah suatu ketika orang itu juga bertemu dengan pengemis dan ia memberikan bajunya yang lama sementara ia memiliki baju yang baru. Itulah mengapa ia mengigau "kalau saja masih baru", seandainya baju yang ia berikan masih baru tentulah pahalanya akan lebih banyak.
Itulah yang dikatakan oleh Rasulullah SAW.
Hikmah dari kisah tersebut, sesungguhnya Allah SWT menitipkan rezeki kepada kita. Bersedekahlah dengan harta, jiwa, bahkan senyumanmu kawan...